Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan III Oktober 2019

KEBEBASAN DAN TANGGUNG JAWAB MANUSIA

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembinaOMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian:seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Nyanyian Pembuka

Diusahakan dipilih lagu yang sesuai dengan topik pada hari yang bersangkutan.

Cinta Kasih Tuhan

Cinta kasih tuhan

Dasar persatuan kita

Marilah kawan kita satukan

Dalam keluarga Allah

            Marilah satukan hatimu

            Dalam pengabdianmu

            Wartakanlah cinta kasih-Nya

            Dalam karya dan karsa.

Seruan Pembukaan

P          Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U         Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

            Hening sejenak….

Tanda Salib & Salam

P          Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U         Amin.

P          Tuhan berserta kita.

U         Sekarang dan selama-lamanya.

Pemeriksaan Batin

P          Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini. Hening….

P          Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa, oleh sebab itu saya mohon, kepada santa perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekelian supaya mendoakan saya kepada Allah Tuhan kita.

Absolusi

P          Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U         Amin.

Doa Pembukaan

P       Marilah berdoa,

          Ya Bapa yang Mahamurah, utuslah RohMu kepada kami agar Dia membimbing kami dalam pertemuan ini untuk memahami tentang kebebasan kami sebagai manusia.Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama dengan Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari YOUCAT No 286-294. Sebaiknya dalam kelompok doa ada yang mengenal apa itu Ibadat Harian (brevir) dan dapat menerangkannya.

KEBEBASAN MANUSIA DALAM TATA KESELAMATAN

Kebebasan adalah kemampuan manusia yang diberikan Allah kepada manusia agar dapat bertindak sesuai kehendak sendiri; pribadi yang bebas selalu bertindak tidak dibawah pengaruh orang lain. Allah menciptakan manusia sebagai ciptaan yang bebas dan Ia menghendaki kebebasan kita bisa memutuskan dengan sepenuh hati demi kebaikan, dan demi kebaikan terbesar yaitu Allah sendiri. Semakin kita melakukan apa yang baik, maka kita semakin bebas. Kebebasan itu baru mencapai kesempurnaannya apa bila diarahkan kepada Allah. Selama kebebasan belum mengingatkan diri secara definitif kepada Allah, miliknya tertinggi, terdapatlah di dalamnya kemungkinan untuk memilih yang baik dan yang jahat. Entah itu tumbuh dalam kesempurnaan atau gagal dan berdosa. Kebebasan merupakan kekhasan dari tiap perbuatan yang sungguh-sungguh manusiawi. Ia menjadi dasar bagi pujian atau celaan, jasa atau kesalahan. Semakin ia melakukan yang baik, semakin bebas pula manusia. Kebebasan yang benar hanya terdapat dalam pengabdian kepada yang baik dan adil. Keputusan kepada ketidaktaatan dan kepada yang jahat adalah penyalahgunaan kebebasan dan membuat manusia menjadi hamba dosa.

Kebebasan dilaksanakan dalam hubungan antar manusia. Setiap manusia memiliki hak kodrati supaya diakui sebagai makhluk bebas dan bertanggung jawab, karena ia diciptakan menurut citra Allah. Semua manusia harus memberi penghormatan ini satu sama lain. Hak untuk melaksanakan kebebasan diikat secara tidak terpisahkan deangan martabat manusia, terutama dalam masalah kesusilaan dan agama.

Kebebasan manusia itu terbatas dapat bersalah, dan dalam kenyataan manusia telah bersalah, karena ia telah berdosa dengan sukarela. Dengan menolak cinta kasih Allah, ia menipu diri sendiri dan ia menjadi hamba dosa. Dalam sejarah umat manusia sejak awal sudah diwarnai kejadian kejahatan dan penindasan yang timbul dari dalam hati manusia karena penyalah gunaan kebebasan. Dalam hal ini, kebebasan tidak memberi kita hak untuk mengatakan segala sesuatu dan membuat segala sesuatu. Tidak benar bahwa manusia adalah subjek kebebasan yang mencakupi diri sendiri, dan yang bertujuan untuk dapat memuaskan kepentingan diri sendiri dalam menikmati harta benda duniawi.

Lalu bagaimanakah Allah menolong kita menjadi orang yang bebas? Dalam misi keselamatan Kristus, kita ingin menjadi pribadi yang merdeka dan mampu menjalin kasih persaudaraan. Itulah mengapa Ia mengutus Roh Kudus yang membuat kita bebas dan terlepas dari kekuatan duniawi dan menguatkan kita untuk hidup dalam kasih dan tanggung jawab. Semakin kita berdosa semakin kita hanya berpikir tentang diri kita dan semakin kita kurang mengembangkan diri secara bebas. Dalam doa, kita menjadi lumpuh melakukan kebaikan dan kasih. Roh Kudus yang telah turun ke dalam hati kita, memberi kita hati yang penuh dalam kasih bagi Allah dan umat manusia. Kita membuka diri terhadap roh Kudus sebagai kekuatan yang menuntun kita menuju kebebasan batin, membuka hati kita untuk mengasihi, dan menjadikan kita alat yang lebih baik untuk apa saja yang baik dan penuh kasih. Seseorang mampu membedakan perbuatan yang baik dan yang buruk karena ia memiliki akal budi dan suara hati, yang memungkinkan dia untuk membuat penilaian yang tegas. Hati nurani adalah inti manusia yang paling rahasia, sanggar sucinya, tempat ia bersama Allah yang suaranya menggema dalam batinnya. Jika seseorang ingin berbuat baik, ia harus melakukan segala sesuatu untuk kebaikan itu, bahkan jika harus menderita karenanya.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Menurutmu bagaimanakah perutusan Allah kepada kita sebagai orang yang bebas?
  2. Bagaimana kita seharusnya menempatkan kebebasan kita?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskusi. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Kesimpulan:

Allah telah menyerahkan manusia kepada keputusannya sendiri, supaya manusia mencari penciptanya secara bebas. Dengan demikian datang kepada kesempurnaan yang membahagiakan. Kebebasan dilaksanakan dalam hubungan antar manusia. Setiap manusia memiliki hak kodrati supaya diakui sebagai makhluk bebas dan bertanggung jawab, karena ia diciptakan menurut citra Allah. Semua manusia harus memberi penghormatan ini satu sama lain.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P          Tuhan Beserta Kita

U         Sekarang dan Selama-lamanya

P          Bacaan dari Surat rasul Paulus kepada Korintus (1 Kor 10:23-33).

“Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.  Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.  Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. Karena: “bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan.” Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. Tetapi kalau seorang berkata kepadamu: “Itu persembahan berhala!” janganlah engkau memakannya, oleh karena dia yang mengatakan hal itu kepadamu dan karena keberatan-keberatan hati nurani.Yang aku maksudkan dengan keberatan-keberatan bukanlah keberatan-keberatan hati nuranimu sendiri, tetapi keberatan-keberatan hati nurani orang lain itu. Mungkin ada orang yang berkata: “Mengapa kebebasankuharus ditentukan oleh keberatan-keberatan hati nurani orang lain? Kalau aku mengucap syukur atas apa yang aku turut memakannya, mengapa orang berkata jahat tentang aku karena makanan, yang atasnya aku mengucap syukur?  Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.  Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah. Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat.

P          Demikianlah Sabda Tuhan

U         Syukur kepada Allah

Renungan

KEBEBASAN MANUSIA

          Kadang kita bisa bingung ketika berhadapan dengan suatu  masalah ataupun tren yang baru. Kita ragu apakah kita boleh melakukannya atau tidak. Kalau jelas-jelas kita tahu bahwa hal itu adalah dosa, maka sudah pasti tidak boleh. Tetapi kalau belum jelas hal itu boleh atau tidak, bagaimana seharusnya sikap kita?

Jemaat di Korintus pada abad pertama juga pernah mengalami kebingungan. Ketika itu yang menjadi masalah mereka adalah berkenaan dengan makanan. Daging-daging yang diperjual-belikan di pasar-pasar kebanyakan berasal dari korban persembahan di kuil-kuil berhala. Di samping itu, terkadang mereka diundang makan oleh sanak-keluarga atau teman-teman yang masih mengadakan penyembahan kepada berhala. Mereka jadi bertanya-tanya: “Apakah orang Kristen boleh beli daging di pasar?” dan “Kalau diundang makan, apakah boleh makan semua hidangan atau harus mengadakan pemeriksaan dulu?”

Paulus menjelaskan bahwa ada prinsip-prinsip kebenaran yang diberikan: “Segala sesuatu diperbolehkan”, tetapi bukan segala sesuatu berguna; “segala sesuatu diperbolehkan”, tetapi bukan segala sesuatu membangun; jangan hanya mencari keuntungan sendiri, tetapi juga memperhatikan orang lain. Jika engkau makan atau minum atau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Prinsip-prinsip tersebut dapat kita terapkan dalam menghadapi berbagai persoalan masa kini, sehingga kita dapat menggunakan kebebasan dengan penuh tanggung jawab.  Dalam menggunakan kebebasan, hendaklah direnungkan terlebih dahulu.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1.  Bagi Paus, Para Uskup dan Imam ….

Kami mohon.

2.Bagi OMK yang belum bisa melakukan kebebasannya dengan baik…

Kami mohon.

  1. Bagi para orang sakit….

Kami mohon.

  1. Bagi kita yang berkumpul disini….

Kami mohon.

  1. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  1. OMK semakin berani bertindak sebagai orang yang bebas dan menempatkan kebebasan itu dengan baik.

Doa Penutup

P          Marilah berdoa,

            Ya Bapa, Terima kasih atas kesempatan ini, utuslah RohMu atas kami masing-masing agar kami juga memperoleh karunia-karuniaMu untuk bersaksi tentang InjilputerMu. Doa ini kami sampaikan kepada-Mu ya Bapa dengan pengantaraan KristusTuhan kami yang meraja dengan Dikau kini sampai sepanjang segala masa.

PU       Amin.

Seruan Penutup

P          Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U         Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tkita salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P          Tuhan beserta kita.

U         Sekarang dan selama-lamanya.

P          Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U         Amin.

Nyanyian Penutup

Panggilan Tuhan

Panggilan Tuhan bagi umat-Nya diatas bumi ciptaan-Nya,

Api cinta-Nya, nyala kasih-Nya, sumber semangat bagi kita.

Wartakan semangat cinta-Nya pada orang yang dambakan kasih-Nya.

Terpujilah Tuhan Allah yang telah mengutus Putra-Nya.

Sungguh berlimpah kasih Sang Bapa, kita dikurniai rahmat,

Kita semua telah dibangkitkan, dan disatukan dalam Tuhan.

Kita akan diberi tempat dalam surga, mulia bersama-Nya,

Terpujilah Tuhan Allah karna kasih karunia-Nya

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *