Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan IV Oktober 2019

SIFAT SUSILA DALAM PERBUATAN MANUSIA 

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembinaOMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian:seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Nyanyian Pembuka

Diusahakan dipilih lagu yang sesuai dengan topik pada hari yang bersangkutan.

                        Nyanyian Pembukaan

Bukan dengan barang fana

Kau membayar dosaku

dengan darah yang mahaltiada noda dan cela

bukan dengan emas perak

Kau menebus diriku

oleh segenap kasihdan pengorbananmu

Ku telah matidan tinggalkancara hidupku yang lama

semuanya sia-sia dan tak berarti lagi

hidup ini ku letakkan pada mezbahmu ya Tuhan

jadilah padaku sepertiyang kau ingini

Seruan Pembukaan

P          Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U         Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

            Hening sejenak….

Tanda Salib & Salam

P          Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U         Amin.

P          Tuhan berserta kita.

U         Sekarang dan selama-lamanya.

Pemeriksaan Batin

P          Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini. Hening….

U.          Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa, oleh sebab itu saya mohon, kepada santa perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekelian supaya mendoakan saya kepada Allah Tuhan kita.

Absolusi

P          Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U         Amin.

Doa Pembukaan

P       Marilah berdoa,

          Ya Allah, berkatilah kami dalam pertemuan menggembirakan ini, kami akan mendalami tentang bagaimana kami sebagai manusia yang mempunyai hati nurani. Semoga dengan pertemuan ini, kami semakin kaya dalam iman kepada-Mu karena diskusi yang akan kami laksanakan. Demi Kristus, Tuhan kami yang hidup berkuasa kini dan sepanjang masa.

PU       Amin

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari YOUCAT No 295-302

Metode: Khazanah ini digeluti dengan metode Tanya Jawab: Atas setiap pertanyaan pemimpin membiarkan dua tiga orang berkomentar kemudian pemimpin menyimpulkan jawabannya.

HATI NURANI

Hati nurani adalah keputusan akal budi, di mana manusia mengerti apakah satu perbuatan konkret yang ia rencanakan, sedang laksanakan, atau sudah laksanakan, baik atau buruk secara moral. Dalam segala sesuatu yang ia katakan atau lakukan, manusia berkewajiban mengikuti dengan seksama apa yang ia tahu, bahwa itu benar dan tepat. Oleh keputusan hati nurani manusia mendengar dan mengenal penetapan hukum ilahi (KGK 1778). KGK 1776 menuliskan, “Di lubuk hati nuraninya manusia menemukan hukum, yang tidak diterimanya dari dirinya sendiri, tetapi harus ditaatinya. Suara hati itu selalu menyerukan kepadanya untuk mencintai dan melaksanakan apa yang baik, dan untuk menghindari apa yang jahat. Bilamana perlu, suara itu menggemakan dalam lubuk hatinya: jauhkanlah ini, elakkanlah itu. Sebab dalam hatinya manusia menemukan hukum yang ditulis oleh Allah. Martabatnya ialah mematuhi hukum itu. Hati nurani ialah inti manusia yang paling rahasia, sanggar sucinya; di situ ia seorang diri bersama Allah, yang sapaan-Nya menggema dalam batinnya” (Gaudium et Spes 16).

Dengan kata lain, hati nurani adalah suara dalam batin yang menggerakkan untuk berbuat baik dalam aneka keadaan dan menghindari kejahatan. Pada saat yang sama, ia adalah kemampuan untuk membedakan yang baik dan yang buruk. Dalam hari nurani, Allah berbicara kepada manusia. Hati nurani juga sebagai keputusan akal budi, dimana manusia mengerti apakah suatu perbuatan yang konkret yang ia rencanakan, sedang dilaksanakan, atau sudah dilaksanakan baik dan buruk secara moral. Dalam segala sesuatu yang ia katakan atau lakukan, manusia berkewajiban mengikuti dengan saksama apa yang ia tahu, bahwa ia benar dan tepat. Oleh keputusan hati nurani, manusia mengdengar dan mengenal penetapan hukum Ilahi. Hati nurani memungkinkan untuk menerima tanggung jawab atas perbuatan yang telah ia lakukan. Kalau manusia telah melakukan yang jahat, maka keputusan hati nuraninya yang tepat dapat tetap memberi kesaksian bahwa kebenaran moral berlaku, sementara keputusannya yang konkret itu salah. Rasa bersalah seturut keputusan hati nurani merupakan jaminan bagi harapan dan belas kasihan. Dengan membuktikan kesalahan dengan perbuatan yang dilakukan ini, keputusan hati nurani itu mengajak supaya memohon ampun, selanjutnya melakukan yang baik dan supaya dengan bantuan rahmat Allah mengembangkan kebaikan secara terus menerus.

            Hati nurani harus dibentuk dan keputusan moral harus diterangi. Hati nurani yang dibentuk baik, dapat memutuskan secara tepat dan benar. Bagi kita manusia yang takhluk kepada pengaruh-pengaruh yang buruk dan selalu digoda untuk menakhlukkan kepentingan diri sendiri dan menolak ajaran gereja, pembentukan hati nurani sangat perlu. Pembentukan hati nurani adalah suatu tugas manusia seumur hidup. Dalam pembentukan hati nurani, sabda Allah adalah terang di jalan kita. Dalam iman dan doa, kita harus menjadikannya milik kita dan melaksanakannya. Kita juga harus menguji hati nurani kita dengan menghadapkannya ke salib Tuhan. Sekolah pertama hati nurani adalah MAWAS DIRI. Kita memiliki kecenderungan menilai sesuatu dari manfaatnya bagi diri sendiri. Sekolah kedua adalah KETERARAHAN untuk melakukan yang baik bagi orang lain. Pendidikan hati nurani yang benar mengarahkan manusia kepada kebebasan untuk melakukan apa yang telah secara tepat dipikirkan sebagai hal yang baik. Dengan pertolongan Roh Kudus dan Kitab Suci, Gereja sepanjang sejarahnya mengumpulkan pengetahuan yang luas tentang tindakan yang benar; bahkan hal ini menjadi bagian dari perutusannya untuk mengajar memberikan arahan.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Bagilah pengalamanmu dimana kamu pernah melakukan sebuah tindakan yang disertai dengan keputusan hati nurani.
  2. Untuk apakah kita diciptakan Allah memiliki hati nurani? Bagaimana pendapatmu?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskusi. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Kesimpulan:

Hati nurani yang dibentuk baik, dapat memutuskan secara tepat dan benar. Bagi kita manusia yang takhluk kepada pengaruh-pengaruh yang buruk dan selalu digoda untuk menakhlukan kepentingan diri sendiri dan menolak ajaran gereja, pembentukan hati nurani sangat perlu. Pembentukan hati nurani adalah suatu tugas manusia seumur hidup. Dalam pembentukan hati nurani, sabda Allah adalah terang di jalan kita. Dalam iman dan doa, kita harus menjadikannya milik kita dan melaksanakannya. Kita juga harus menguji hati nurani kita dengan memkitang ke salib Tuhan.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P          Tuhan Beserta Kita

U         Sekarang dan Selama-lamanya

P          Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas: Luk 11:37-41

U         Terpujilah Kristus

Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan. Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan.Tetapi Tuhan  berkata kepadanya: “Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh,  bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?  Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah  dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu. Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan  dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah.  Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar.Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tkita; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya.

Renungan

Isi Kitab Suci diterangkan sesederhana mungkin agar dapat ditangkap oleh para peserta

Pentingnya Kesucian Hati

Injil hari ini berbicara tentang Yesus yang melanggar tradisi adat istiadat orang Yahudi yaitu, tradisi mencuci tangan sebelum makan; bisa dilihat pada kitab Markus, tentang tradisi yang harus dilakukan orang Yahudi sebelum perjamuan makan.  Disini sangat menarik karena sebenarnya Yesus tidak menentang ataupun ingin menghapus tradisi tersebut, melainkan mentransformasikan dan memberi kepenuhan; Yesus ingin menunjukkan bahwa, bukan hal eksternal yang membuat seseorang menjadi suci atau terbebas dari dosa, melainkan hal internal yang lahir dari hati dan jiwa yang seharusnya disucikan karena bisa meracuni kehidupan dan kemurnian hati seseorang. Yesus  juga berkata “Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya. Yesus ingin menjelaskan kepada semua murid Kristus akan pentingnya kesucian hati, pikiran dan perbuatan. Kadang tingkah laku, perbuatan, tutur kata yang diexpresikan tidak sesuai dengan apa yang kita rasakan; disini ada kemunafikan dan kepalsuan, sifat-sifat inilah yang harus kita purifikasikan dari dalam diri, karena karakter-karakter seperti ini merupakan kuman yang menyebabkan kangker yang perlahan-lahan membawa kita kepada kematian.

Disini sangat jelas apa yang dikatakan Yesus, kadang kita bermuka dua, maka Yesus mengundang kita untuk meninggalkan kemunafikan, kepalsuan, kesombongan, kebohongan, dll, bersihkan hati kita dari benalu kehidupan dan penuhilah dengan cinta kasih, kemurahan, belas kasih, dan pengampunan, dengan demikian, sikap dan tingkah laku yang kita ekspresikan mencerminkan ketulusan dan kejujuran. Maka dari itu, jika bagian internal kita telah dipurifikasi, maka yang eksternal akan memberi kesempurnahan.

Yang ditegaskan oleh Yesus itu bersangkutan dengan hati nurani. St. Agustinus mengajarkan bahwa dalam bertindak dan memutuskan segala sesuatu, kita bertanya dulu kepada hati nurani. Apa yang mesti dilakukan supaya tidak tersesat jika mengikuti hati nurani? Yang pertama-tama harus dilakukan adalah membentuk hati nurani kita agar sesuai dengan Sabda Tuhan, sebagaimana yang diajarkan oleh Kristus dan para Rasul. Untuk ini, kita perlu: 1) membaca Kitab Suci dan merenungkannya; 2) mempelajari ajaran Gereja, sehingga kita dapat yakin bahwa interpretasi akan ajaran tersebut tidak didasari atas pkitangan manusia yang dapat salah/ sesat, tetapi atas Kebenaran Allah yang tidak mungkin salah/ sesat. Kedua, luangkan waktu untuk memeriksa batin dalam suasana doa dengan pimpinan Roh Kudus. Sebab tanpa pemeriksaan batin yang baik, seseorang dapat salah menyangka, bahwa suara hati itu dari Allah, padahal berasal dari keinginan diri sendiri. Peran pembimbing rohani sangat penting; carilah seorang bapa pengakuan, sedapat mungkin, imam yang sama, yang di hadapannya kita mengaku dosa kepada Tuhan secara teratur dalam Sakramen Tobat. Ketiga, belajarlah dari pengalaman para orang kudus. Silakan membaca kisah riwayat hidup orang kudus, untuk belajar bagaimana caranya mengikuti suara hati/ hati nurani, yang menghantar kepada kesempurnaan iman, pengharapan dan kasih.

Adalah sesuatu yang baik jika semenjak kita rajin memeriksa batin dan mendengarkan hati nurani, kehidupan rohani maupun kepribadian kita menjadi semakin baik. Selanjutnya, tingkatkanlah pengenalan akan kehendak Tuhan dalam hidup kita, dengan semakin mengenal hati nurani kita sendiri yang akan membantu kita untuk melaksanakannya.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

1.Bagi Paus, Para Uskup dan Imam pemimpingereja….

Kami mohon. 

2. Bagi OMK yang suka mencela orang lain….

Kami mohon.

3. Bagi para umat Katolik yang minim akan hati nurani….

Kami mohon.

4. Bagi kita yang berkumpul disini….

Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  1. Semakin mampu mendengarkan hati nuraninya.
  2. OMK semakin tau membedakan mana yang baik dan buruk dalam hidupnya.

Doa Penutup

P          Marilah berdoa,

            Ya, Bapa, ajarlah kami untuk selalu dalam tindakan yang menggunakan hati nurani kami masing-masing. Semoga tiap-tiap hari kami semakin bertambah dalam iman dan rahmatMu. Demi Kristus,Tuhan dan Pengantara kami.

PU       Amin.

Seruan Penutup

P          Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U         Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat kita salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P          Tuhan beserta kita.

U         Sekarang dan selama-lamanya.

P          Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U         Amin.

Nyanyian Penutup

Diusahakan lagu yang sesuai misalnya: Syukur atau Pujian.

Hati s’bagai hamba

Ku tak membawa apapun jugasaat ku datang ke dunia

ku tinggal semua pada akhirnyasaat ku kembali ke surga

Reff:

Inilah yang ku punya

hati s’bagai hambayang mau taat dan setiapada-Mu bapa

Kemanapun ku bawahati yang menyembah

dalam roh dan kebenaransampai s’lamanya

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *