Komisi Kepemudaan KAM

Sejarah Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Medan

Sejak 1965 perhatian Gereja Keuskupan Agung Medan kepada umat Katolik dan secara khusus bagi kaum muda sudah sangat banyak. Pada awal Keuskupan membentuk Panitia yang secara khusus membidangi pastoral Orang Muda. Panitia ini membawahi dan mencoba mengorganisir beberapa keolompok gerejani yang berkaitan dengan kepemudaan. Dalam kelompok dimaksud terdapat PMKRI, Pemuda Katolik dan MUDIKA (Muda-mudi Katolik). Ketua pertama dari panitia untuk kaum muda ini adalah P. Idesblad Domen, OFMCap yang kemudian lebih dikenal  dengan nama Komisi Kepemudaan.

Usaha pendampingan dan pengorganisasian kelompok-kelompok ini sampai pada usaha aktualisasi kursus-kursus kepemimpinan dan kaderisasi di paroki-paroki dengan maksud mendidik dan mempersiapkan kaum muda agar cakap dalam berorganisasi dalam kategori kepemudaan. Salah satu bahan kursus yang pernah cukup dikenal di antara orang muda adalah kursus organisasi dan kaderisasi dengan tema khusus seputura dokumen “Pacem in Terris” dan “Mater et Magistra” bagi kaum muda di paroki-paroki.

Pada tanggal 10 Desember 1968, RP. Domen OFMCap menghadiri Kongres Pemuda Katolik Se-Indonesia. Setelah kongres ini tak lama kemudian dimulailah pembukaan Pusat Pembinaan Kaum Muda di Pematangsiantar tahun 1970 yang kemudian digunakan secara aktif beroperasi mulai tahaun 1971. Di tempat ini banyak kegiatan orang muda terlaksana. Hasil dari berbagai pertemuan yang diselenggarakan di tempat ini adalah lahir dan terbitnya sebuah majalah berjudul “Pertemuan” yang diketuai oleh P. Josue Steiner, OFMCap walaupun di kemudian hari majalah ini tidak terbit lagi karena beberapa kesulitan yang ada pada saat itu.

Pada tahun-tahun berikutnya Panitia dimaksud mulai juga merencanakan program kegiatan di level Keuskupan. Program dimaksud adalah “Mgr. Cup”. Program ini telah dirancang untuk menjadi agenda dau tahunan keuskupan di bidang pastoral orang muda. Program ini sempat terlaksana tiga kali. Setelah dievaluasi program ini dirasa tidak memberi hasil positif dan lebih pada mengecewakan. Dari hasil evaluasi diyakini bahwa program ini tidak berhasil membangun hubungan akrab di antara sebagai tujuan kegiatan ini. segala upaya dan kerja kerasa yang dilaksanakan dalam mempersiapkan dan melaksanakan program ini dilihat tak sebanding dengan apa yang dicapai. Sebagai kesimpulan akhir, Komisi Kepemudaan pada waktu itu mengusulkan agar Mgr. Cup tidak dilaksanakan lagi dengan alasan seperti disebut di atas tadi.

Disamping itu seiring berjalannya waktu Komisi Kepemudaan sadar betul akan penting dan mendesaknya pembinaan rohani dan mental bagi bagi kaum muda Katolik yang tersebar di berbagai paroki dan di kota (Medan) dimana banyak orang muda katolik yang menempuh perkuliahan. Di kota ini kelompok orang muda Katolik pelan-pelan bertambah dalam jumlah. Untuk mengantisipasi ini dan untuk membantu karya pastoral di antara mereka maka pada tahun 1990 Uskup membentuk Tim Pastoral Mahasiswa KAM (TPM). Pada awalnya tim ini terbentuk untuk pembinaan mahasiswa-mahasiswa yang baru menyelesaikan studinya. Akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya tujuan awal tersebut berubah kareana adanya sekelompok mahasiswa yang tidak mau masuk ke dalam ormas berbau politik seperti PMKRI dan juga tidak mau ikut bergabung ke dalam MUDIKA.

Dan pada tanggal 21 Oktober 1990 dilaksanakan pertemuan mahasiswa Katolik se-Kotamadya Medan yang dihadiri sekitar 500 mahasiswa-mahasiswa di Aula St. Thomas guna membahas masalah tersebut. Dan sejak itu TPM ini cukup banyak melakukan kegiatan yang bersifat ceramah dan juga Perayaan Ekaristi setiap bulan khusus untuk kelompok mahasiswa ini.

Demikian Komisi Kepemudaan berjalan terus tentu dengan perkembangan dan juga kemunduran di sana sini. Setelah sekian tahun perhatian Gereja kepada Orang Muda seperti terabaikan dan apa yang ada dirasa tidak cukup memadai, maka sejak tahun 2014 Uskup Agung Medan setelah mendengar dan memperhatikan usulan Dewan Imam Keuskupan Agung Medan, mencanangkan Bina Mega Generasi Muda untuk segera direalisasikan dengan maksud intensifikasi pastoral kaum muda. Banyak unsur diminta oleh Uskup Agung untuk segera dibenahi dan diperbaiki.

Di sini diiformasikan Para Pastor dan Bruder yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Kepemudaan KAM:

Periode 1965: RP. Idesblad Domen, OFMCap

Periode 1988 – 1992: RP. Michaelangelus Hutabarat, OFMCap

Periode 1992 – 1995: RP. Albert Pandiangan, OFMCap

Periode 1995 – 1997: RP. Hubert Tamba, OFMCap

Periode 1997 – 2000: Br. Silvester Simamora, BM

Periode 2003 – 2009: RP. Basilius Hendra Kimawan, OSC

Periode 2009 – 2012: RP. Yulianus Yaya Rusyadi, OSC

Periode 2012 – 2014: RP. Paul Jeraman, CMF

Periode 2014 – 2016: RP. Selestinus Manalu OFMCap

Periode 2016 – sekarang: RP. Alexander Silaen OFMCap

Rumusan Arah Dasar Pastoral atau Visi – Misi Strategi KAM

Visi      : Gereja KAM adalah kesatuan dari persekutuan-persekutuan gerejawi yang dalam kehidupannya memberikan tempat dan ruang bagi seluruh umat Allah untuk terlibat aktif dan penuh seturut perannya, guna mewujudkan dan memajukan hidup menggereja yang menjemaat dan mandiri serta hidup masyarakat yang sejahtera sebagai tanda kehadiran Kerajaan Allah

Misi     : Mewujudkan Gereja KAM sebagai persekutuan umat Allah yang;

  • Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik;
  • Kokoh dan tangguh dalam hidup beriman;
  • Aktif menampakkan hidup Gereja yang menjemaat dan mandiri;
  • Menciptakan dan membangun habitus baru di dalam dan melalui komunitas-komunitas basis;
  • Sebagai garam dan terang dunia, aktif dan bekerjasama dengan pihak-pihak yang berkehendak baik;
  • Dengan demikian, Gereja KAM sungguh menjadi tanda nyata kehadiran keselamatan Allah bagi semua orang

Kontekstualisasi Arah Dasar Pastoral dan/atau Visi –Misi Strategi KAM tersebut dalam tugas/fungsi Komisi Kepemudaan KAM

Kontekstualisasi arah Dasar Pastoral seturut Visi dan Misi Keuskupan adalah tugas dan tanggungjawab yang diembankan oleh Uskup Agung Medan kepada Komisi Kepemudaan dalam pastoral orang muda. Secara konkrit Komisi Kepemudaan merumuskan Visi dan Misinya demi Pendampingan Orang Muda Katolik .

Gereja KAM sudah dan sedang merealisasikan tugas pendampingan orang muda ini dalam berbagai cara dan oleh berbagai pihak. Selain prihatin atas situasi dan kondisi sebagian besar orang muda Gereja, kita juga patut bersyukur kepada Tuhan karena sampai hari ini kita masih tetap menemukan orang muda yang selalu punya hati dan siap membagikannya untuk Gereja. Dalam keprihatianan dan fenomena-fenomena berpengharapan yang kita jumpai di dunia orang muda, kita tentu masih punya cita-cita yang lebih tinggi lagi. Kita masih punya mimpi yang pasti akan menjadi kenyataan lebih indah lagi dalam berjalan bersama dengan orang muda Gereja kita. Gereja kita menghendaki tindak nyata yang lebih lagi demi Gereja Orang Muda yang lebih Katolik, yakni dari pribadi beriman katolik tangguh untuk pewartaan Injil dalam dunianya.

KomKep paradigma baru KAM akan segera diwujudkan sebagaimana diamanatkan oleh Uskup Agung Medan. Meminjam istilah Mgr. Anicetus, “Mega Bina Generasi Muda Katolik”, Keuskupan yang dimotori oleh Komkep KAM harus segera memusatkan perhatian yang lebih serius, terencana, terorganisir, terevaluasi dan konsisten dalam usaha pendampingan Orang Muda Katolik (OMK) menuju pembentukan pribadi yang dewasa sebagai pribadi sosial dan pribadi beriman yang siap berjuang demi iman dan bonum commune.

Tugas ini adalah tugas Gereja sebagai satu tubuh yang satu sama lain harus saling mendukung dan memperkaya. Semua unsur Gereja harus berada dalam status partisipasi aktif untuk menjaminkan proses pendampingan OMK seturut talenta dan kemampuan serta kondisi nyata setiap bagian Gereja. Dalam perjalanan ini, tentu dibutuhkan pengarah dan penjamin berputarnya gerak dari proses pembentukan ini. Uskup sebagai gembala utama, menyambungkan tugas penggembalaan ini ke tangan pelayanan KomKep. Dengan demikian, Gereja sebagai tubuh utama akan selalu dapat dicermati karena selalu ada penanggungjawab yang senantiasa memperhatikan. Dalam cakrawala alam pikir seperti ini maka KomKep harus mengatur cara hidupnya sendiri untuk dapat menjaminkan suatu irama perjalanan pastoral kaum muda seperti dikehendaki oleh Tuhan sendiri lewat Gereja KAM secara khusus.

Untuk mempertajam tugas dan fungsi Komisi Kepemudaan KAM dalam kesatuan dengan visi dan misi Gereja KAM, maka Komisi Kepemudaan KAM merumuskan visi dan misinya.

Visi dan Misi Komisi Kepemudaan KAM

Visi : Membangun persahabatan Injili menuju pribadi beriman dan sosial yang dewasa.

Misi :

  1. Komkep menjaminkan Program pendampingan Orang Muda yang terencana, sistimatis dan berkelanjutan
  2. Membantu mempersiapkan animator Orang Muda pada tingkat Keuskupan dan Vikariat
  3. Meningkatkan partisipasi Orang Muda dalam Hidup Menggereja
  4. Mempersiapkan kurikulum Bina Iman Orang Muda Katolik
  5. Membantu OMK mengembangkan hidup dan masa depannya
  6. Mempersiapkan OMK untuk menjadi pelayan dan pemimpin dalam Gereja dan Masyarakat
  7. Membantu OMK dalam usaha mendengarkan panggilan Tuhan untuk hidup religius
  8. Mempersatukan unsur-unsur dari dunia Orang Muda untuk memperkaya pendampingan Orang Muda
  9. Mempersiapkan Youth Catholic Centre yang representatif untuk pembinaan Orang Muda
  10. Menjalin kekeluargaan diantara mahasiswa/i Katolik (Keluarga Besar Mahasiswa Katolik)

Comments are closed